OAtekno.com – Bertahan puluhan tahun di industri video game bukanlah perkara mudah. Banyak franchise legendaris lahir lebih awal, tetapi berhenti di tengah jalan karena gagal beradaptasi dengan perubahan teknologi, model bisnis, dan kebiasaan pemain. Dari puluhan nama besar yang pernah berjaya, hanya segelintir yang masih eksis hingga saat ini.

Lebih menarik lagi, dari 10 franchise video game tertua di dunia yang masih aktif, ternyata tidak semua masih benar-benar ramai dimainkan dan hidup sebagai game modern, dengan ekosistem pemain aktif, pembaruan rutin, dan interaksi online yang nyata.

Artikel ini tidak sekadar melihat umur, tetapi menyoroti mana yang masih hidup di masa sekarang, bukan hanya bertahan sebagai nama besar.

10 Franchise Video Game Tertua yang Masih Aktif hingga 2026

Dengan menelusuri silsilah developer dan kesinambungan rilis, berikut adalah daftar 10 franchise video game tertua di dunia yang masih aktif hingga hari ini, diurutkan berdasarkan tahun kelahirannya :

  • The Oregon Trail (1971)
  • Pac-Man (1980)
  • Mario (1981)
  • Microsoft Flight Simulator (1982)
  • Bomberman (1983)
  • Tetris (1984)
  • eFootball (1985)
  • The Legend of Zelda (1986)
  • Final Fantasy (1987)
  • Street Fighter (1987)

Semua nama di atas masih eksis secara resmi hingga kini walaupun mungkin nama atau judulnya berubah. Namun, eksis tidak selalu berarti ramai dimainkan.

Game seperti Mario, Zelda, dan Tetris tetap sangat berpengaruh, tetapi tidak dirancang sebagai game harian dengan statistik pemain aktif terbuka. Mereka lebih kuat sebagai karya abadi daripada ekosistem online yang terus bergerak.

Sebaliknya, ada tiga franchise dari daftar tersebut yang masih hidup sebagai game modern, dimainkan setiap hari oleh jutaan pemain, dan terus diperbarui sebagai layanan jangka panjang.

  1. eFootball — Paling Ramai Berkat Konsep Gratis dan Cross-Platform

eFootball menjadi franchise tertua dengan basis pemain aktif terbesar saat ini, terutama karena pendekatan radikal yang diambil Konami.

Franchise sepak bola Konami ini telah melewati perjalanan panjang:
Konami’s Soccer → Winning Eleven → ISS → Pro Evolution Soccer → eFootball. Berbeda dari era PES, eFootball tidak lagi dijual sebagai produk tahunan. Ia diubah menjadi:

  • game gratis (free-to-play),
  • berbasis live service,
  • hadir di banyak platform,
  • dan terus diperbarui mengikuti musim sepak bola nyata.

Keputusan ini tidak datang tanpa risiko. Konami bahkan rela mengorbankan reputasi PES 2021 yang berada di puncak, lalu melakukan reset total di eFootball 2022 demi menyatukan pondasi gameplay antara konsol, PC, dan mobile.

Hasilnya:

  • eFootball bisa dimainkan gratis di Xbox, PS4, PS5, PC, bahkan sampai mobile di iOS dan Android
  • Mendukung cross-platform online untuk console dan PC
  • Pemain kasual dan kompetitif bisa bermain tanpa harus mengeluarkan uang
  • Monetisasi lewat microtransaction bersifat opsional tanpa mengurangi fitur sedikitpun

Ditambah dengan kerja sama resmi kompetisi dengan FIFA, eFootball kini bukan sekadar game sepak bola, melainkan platform simulasi sepak bola digital yang diakui organisasi olahraga di dunia nyatanya.

  1. Final Fantasy — Tetap Hidup Lewat Dunia Online yang Dihuni Pemain

Final Fantasy mungkin tidak lagi seramai dulu di seri single-player, tetapi franchise ini menemukan napas panjang lewat Final Fantasy XIV.

Sebagai MMORPG, FFXIV tidak hanya dimainkan, tetapi dihuni. Pemain:

  • masuk setiap hari,
  • berinteraksi dalam komunitas,
  • mengikuti event musiman,
  • dan bertahan bertahun-tahun dalam satu dunia virtual yang terus berkembang.

Inilah yang membuat Final Fantasy tetap relevan di antara franchise tertua lainnya. Ia bukan sekadar rilis game baru, melainkan ekosistem hidup yang terus berevolusi tanpa perlu reset total.

  1. Street Fighter — Tetap Ramai sebagai Arena Kompetitif

Street Fighter adalah contoh franchise klasik yang berhasil bertahan karena kompetisi.

Hingga Street Fighter 6, game ini:

  • masih aktif dimainkan secara online,
  • memiliki komunitas global yang solid,
  • dan terus hadir dalam turnamen esports.

Meski genre fighting tergolong niche, Street Fighter berhasil menjaga relevansinya dengan memperluas akses pemain baru tanpa mengorbankan kedalaman mekanik kompetitif.

Ia hidup bukan karena nostalgia, tetapi karena arena pertarungan yang terus bergerak.

Itulah tiga yang paling banyak dimainkan saat ini, franchise lain tetap legendaris, tetapi lebih cocok disebut ikon sejarah, bukan ekosistem aktif harian.

Di antara ketiganya, eFootball menempuh jalan paling ekstrem.

Jika Final Fantasy bertahan dengan membangun dunia, dan Street Fighter bertahan lewat kompetisi, maka eFootball bertahan dengan membongkar dirinya sendiri. Dari game premium menjadi gratis, dari rilis tahunan menjadi layanan jangka panjang, dari eksklusivitas platform menjadi pengalaman lintas perangkat.

Keberanian ini membuat eFootball menarik untuk dibahas secara mendalam. Bukan hanya soal gameplay, tetapi juga:

  • perubahan model bisnis,
  • strategi adaptasi industri,
  • dan masa depan sepak bola di era digital.

Inilah alasan mengapa akhirnya OAtekno memutuskan untuk menghadirkan kategori khusus eFootball di website ini. Bukan karena fanatisme, melainkan karena eFootball adalah studi nyata tentang bagaimana sebuah franchise tua berjuang untuk tetap hidup, relevan, dan bisa dinikmati semua orang di tengah perubahan zaman.

Di dunia yang terus bergerak, mungkin bukan yang paling besar yang bertahan, tetapi yang paling berani berubah untuk beradaptasi. Dan dari semua franchise video game tertua di dunia, menurut keyakinan kami, eFootball adalah contoh paling nyata dari prinsip tersebut.

Selamat menikmati konten-konten eFootball di OAtekno.