OAtekno.com – ASUS resmi membawa ASUS ExpertBook Ultra ke Indonesia sebagai laptop bisnis premium terbaru mereka. Laptop ini menarik perhatian karena mencoba menggabungkan banyak hal sekaligus dalam satu perangkat: bodi super ringan, performa tinggi, fitur AI modern, sampai keamanan kelas enterprise.
Di tengah tren kerja hybrid dan workflow berbasis AI yang makin umum, ASUS tampaknya ingin membuat laptop bisnis yang bukan cuma tipis dan elegan, tapi juga benar-benar kuat dipakai kerja berat sehari-hari. Karena itu, ASUS ExpertBook Ultra hadir dengan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Series 3, NPU hingga 50 TOPS, layar 3K OLED, serta sistem pendingin yang sanggup menjaga performa tinggi tetap stabil.
ASUS ExpertBook Ultra hadir dalam beberapa pilihan konfigurasi. Menariknya, varian paling dasarnya pun sebenarnya sudah sangat cukup untuk mayoritas kebutuhan profesional modern, mulai dari multitasking kantor, meeting hybrid, editing konten, sampai workflow AI lokal tanpa cloud.
ASUS ExpertBook Ultra Fokus pada Portabilitas Tanpa Mengorbankan Performa
Hal pertama yang langsung terasa dari ASUS ExpertBook Ultra tentu bobotnya. Laptop ini hanya berbobot 0,99 kg. Ketebalannya juga tipis, cuma sekitar 10,9 mm.
ASUS memakai material magnesium-aluminium AZ31B aerospace-grade yang biasa dipakai di industri otomotif balap dan aerospace. Material ini membuat bodinya tetap kokoh meski sangat ringan.
Lapisan Nano Ceramic 9H yang digunakan juga cukup menarik. Selain membantu bodi lebih tahan gores, finishing matte-nya membuat laptop tidak gampang terlihat kotor karena sidik jari. Buat perangkat bisnis yang sering dibawa meeting atau kerja mobile, detail kecil seperti ini justru terasa penting.
ASUS juga menyebut laptop ini sudah lolos berbagai pengujian ekstrem, mulai dari standar MIL-STD-810H sampai ratusan pengujian internal tambahan untuk engsel, tekanan, temperatur, dan ketahanan penggunaan jangka panjang. Kami sendiri terkagum2 melihat laptop premium ini dijatuhkan berkali2 dari jarak sekitar 1.5 meter lalu diguyur air.
Spesifikasi ASUS ExpertBook Ultra Dibuat untuk Workflow AI Modern
ASUS ExpertBook Ultra ditenagai prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Series 3 dengan NPU hingga 50 TOPS. Total kemampuan AI platform-nya bahkan disebut bisa mencapai 180 TOPS.
Angka memang terdengar teknis, tapi sederhananya laptop ini memang disiapkan untuk era AI modern. Jadi bukan cuma kuat menjalankan aplikasi biasa, tetapi juga sanggup menangani fitur AI lokal seperti transkripsi real-time, pencarian dokumen pintar, sampai local LLM inference tanpa harus terus bergantung ke cloud.
Yang menarik, ASUS cukup percaya diri dengan sistem pendinginnya. Mereka memakai teknologi ASUS ExpertCool Pro yang memungkinkan performa CPU tetap stabil di TDP 50W tanpa throttling berlebihan, sesuatu yang biasanya sulit dicapai di laptop setipis ini.
Grafis Intel Arc B390 yang dipakai juga jadi salah satu sorotan. Dalam presentasinya, ASUS bahkan menyebut performanya bisa melampaui NVIDIA RTX 4050 pada skenario tertentu dengan TGP 30W.
Di sisi lain, laptop ini juga dibekali RAM LPDDR5X hingga 64GB dan SSD PCIe Gen5 hingga 2TB dengan kecepatan baca lebih dari 14.000 MB/s. Kombinasi seperti ini jelas bukan sekadar untuk kerja office biasa.
ASUS Cukup Berani Membandingkan Langsung dengan Kompetitor
Salah satu momen menarik saat peluncuran ASUS ExpertBook Ultra adalah bagaimana ASUS cukup terbuka membandingkan laptop ini dengan berbagai perangkat enterprise premium lain di kelasnya, termasuk lini ThinkPad milik Lenovo.
Biasanya brand cenderung bermain aman saat presentasi produk bisnis. Namun kali ini ASUS cukup agresif memperlihatkan perbandingan soal bobot, performa, pendinginan, sampai kecepatan SSD.
Pendekatan seperti ini menunjukkan ASUS memang sangat percaya diri dengan posisi ExpertBook Ultra di pasar laptop enterprise premium. Bahkan beberapa kali mereka menyebut laptop ini sebagai perangkat “tanpa kompromi” untuk profesional modern.
Laptop Kantoran Full Speed
Kalau melihat hasil benchmark yang dipamerkan ASUS, performanya memang terlihat cukup serius untuk ukuran laptop ultra-portabel.
Di PCMark10 Productivity, laptop ini mencatat skor 10.395 poin. Lalu di Cinebench R23, skor multi-core-nya mencapai 19.275 poin dengan single-core 2.004 poin.
Sementara untuk grafis, skor 3DMark Time Spy berada di kisaran 7.500 poin. Cukup tinggi untuk laptop bisnis tipis dengan GPU terintegrasi.
Yang menarik justru bukan cuma soal angkanya, tapi bagaimana sistem pendingin ExpertCool Pro tetap bisa menjaga suhu stabil saat stress test berjalan penuh tanpa tanda thermal throttling berarti.
Layar 3K OLED dan Audio Jadi Salah Satu Nilai Jual Utama
ASUS ExpertBook Ultra memakai layar 14 inci 3K Tandem OLED 120Hz dengan brightness hingga 1400 nits HDR.
Di penggunaan nyata, kombinasi ini membuat layar tetap nyaman dipakai baik di ruangan terang maupun saat bekerja outdoor. ASUS juga memakai Gorilla Glass Matte yang membantu mengurangi pantulan cahaya cukup signifikan.
Buat profesional yang sering bekerja lama di depan layar, detail seperti ini terasa lebih penting dibanding sekadar angka spesifikasi.
Audio-nya juga cukup serius. ASUS menyematkan sistem enam speaker Dolby Atmos lengkap dengan AI noise-canceling microphone. Untuk meeting online, kualitas suara dan mikrofon memang terasa jadi salah satu fokus utama laptop ini.
Fitur AI dan Keamanan Jadi Bagian Penting
ASUS juga membawa berbagai fitur AI lewat MyExpert AI suite. Di dalamnya ada AI ExpertMeet untuk transkripsi meeting, terjemahan real-time, ringkasan otomatis, sampai pembuatan to-do list.
Selain itu ada juga Knowledge Hub yang memungkinkan pengguna mencari dan merangkum dokumen perusahaan menggunakan natural language.
Menariknya, banyak fitur AI tersebut berjalan langsung di perangkat. Jadi data sensitif perusahaan tidak harus terus diproses di cloud.
Untuk keamanan, ASUS ExpertBook Ultra dilengkapi TPM 2.0, Microsoft Pluton, dual self-healing BIOS, fingerprint sensor, Windows Hello IR, sampai webcam shield dan chassis intrusion detection.
ASUS tampaknya memang serius menjadikan laptop ini sebagai perangkat enterprise modern, bukan sekadar ultrabook premium biasa.
Baterai Besar dan Port Tetap Lengkap
Meski tipis dan ringan, ASUS tetap memberikan baterai 70Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 26 jam pada skenario tertentu, ini jauh lebih besar dibanding pesaing2nya dari brand yang ternama di segmen enterprise.
Pengisian dayanya juga mendukung fast charging, termasuk kemampuan mengisi sekitar 50 persen dalam 30 menit.
Menariknya lagi, ASUS tidak ikut tren menghilangkan port penting. ExpertBook Ultra masih punya dua Thunderbolt 4, dua USB-A, HDMI 2.1, dan audio jack 3,5 mm.
Buat pengguna profesional yang sering presentasi atau kerja mobile tanpa dongle tambahan, konfigurasi seperti ini jelas lebih praktis.
Dengan kombinasi desain super ringan, performa tinggi, fitur AI modern, layar premium, dan keamanan enterprise, ASUS ExpertBook Ultra terlihat memang diposisikan sebagai laptop bisnis flagship tanpa banyak kompromi. Harga mulai Rp38 jutaan memang tidak murah, tetapi spesifikasi dan fitur yang ditawarkan juga terasa sekelas dengan target pasarnya.

