OAtekno.com – Melalui sesi eFootball CONNECT: Spotlight Interview yang baru saja selesai, Konami membahas masa depan Master League, rencana Filter Smart Assist, hingga menjawab isu seputar sistem gameplay yang selama ini diperdebatkan pemain.
Berikut rangkuman informasi utama yang relevan bagi pemain eFootball di Indonesia, khususnya yang aktif di mode kompetitif.
Master League Hadir Kembali dalam Format Event
Konami memastikan Master League akan kembali, namun dengan pendekatan berbeda. Mode legendaris ini tidak langsung hadir sebagai mode permanen, melainkan dikemas dalam format event atau episode bertahap.
Dalam Master League versi baru, pemain tetap memulai perjalanan dari tim dasar, mengelola skuad, serta mengembangkan atribut pemain dari waktu ke waktu. Bedanya, mode ini akan terhubung dengan ekosistem Dream Team, sehingga progres dan elemen tertentu tetap saling berkaitan. Konami juga menampilkan karakter klasik seperti Castolo dan Lombardo sebagai penanda bahwa identitas lama tetap dipertahankan.
Target rilis Master League Event dijadwalkan mulai April 2026.
Filter Matchmaking Smart Assist Mulai Diuji
Salah satu isu terbesar di komunitas kompetitif adalah penggunaan Smart Assist. Fitur bantuan kontrol ini dinilai bukan cuma membantu pemain baru, namun sering dianggap mengganggu keseimbangan permainan saat digunakan di mode online.
Sebagai respons, Konami menyiapkan Filter Matchmaking Smart Assist. Melalui fitur ini, pemain dapat memilih untuk bertanding hanya dengan lawan yang tidak mengaktifkan Smart Assist. Dengan begitu, lingkungan permainan dapat terpisah antara pemain pemula dan pemain yang mengandalkan kontrol tanpa bantuan komputer berlebihan. Konami menargetkan fitur ini masuk tahap uji coba pada musim panas 2026.
Dukungan Kontroler Fisik di Versi Mobile
Update eFootball versi 5.3 yang dirilis pada 5 Februari 2026 membawa dukungan kontroler fisik untuk pengguna mobile. Pada tahap awal, kontroler dapat digunakan di mode AI Match dan Friendly Match.
Konami menyatakan akan memantau stabilitas dan data permainan sebelum memperluas dukungan kontroler ke mode kompetitif lain. Langkah ini diharapkan meningkatkan kenyamanan bermain tanpa langsung mengganggu keseimbangan pertandingan online.
Klarifikasi Konami soal Isu “Scripting”
Menanggapi tudingan adanya scripting atau sistem yang sengaja mengatur hasil pertandingan, Konami memberikan penegasan bahwa mekanisme tersebut tidak ada di eFootball.
Menurut penjelasan pengembang, situasi yang dianggap tidak wajar biasanya berasal dari sistem yang sudah ada, seperti pengaruh stamina, atribut awareness pemain, posisi tubuh saat menerima bola, hingga kesalahan input kursor. Semua kejadian tersebut dihitung secara sistematis, tanpa intervensi untuk menguntungkan salah satu pihak.
Cross-Platform Tetap Dipisahkan
Konami memastikan pertandingan antara pemain mobile dan konsol atau PC tidak akan digabungkan. Alasan utamanya adalah menjaga fairness dalam kompetisi.
Perbedaan spesifikasi perangkat, tingkat presisi kontrol, serta kondisi input dianggap terlalu signifikan untuk disatukan dalam satu matchmaking yang adil. Karena itu, setiap platform tetap memiliki ekosistem pertandingan masing-masing.
Server Baru Asia Tenggara Beroperasi
Bagi pemain Indonesia, Konami mengonfirmasi bahwa server baru di Thailand telah aktif sejak Februari 2026. Penambahan server ini ditujukan untuk mengurangi latensi dan meningkatkan stabilitas koneksi di wilayah Asia Tenggara.
Dengan jarak server yang lebih dekat, pemain di Asia Tenggara diharapkan merasakan pengalaman bermain online yang lebih responsif.
Status Edit Mode
Terkait Edit Mode, Konami menyatakan fitur ini masih belum masuk prioritas pengembangan. Fokus utama saat ini diarahkan pada perluasan lisensi resmi dan penguatan sistem Live Update.
Faktor keamanan data dan regulasi hak cipta global menjadi alasan utama mengapa fitur kustomisasi penuh belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
Secara keseluruhan, arah pengembangan eFootball menunjukkan upaya menyeimbangkan kebutuhan pemain baru dan komunitas kompetitif. Meski beberapa fitur penting masih memerlukan waktu, Konami mulai memberikan kejelasan roadmap yang selama ini dinantikan pemain.

