OAtekno.com – Setelah penantian panjang dan beberapa kali menunda, Google akhirnya mengambil langkah untuk menonaktifkan cookie pihak ketiga di Chrome, meskipun janji ini sudah ada sejak tahun 2020.
Apa Itu Cookie Pihak Ketiga?
Cookie pihak ketiga adalah data yang disimpan di peramban pengguna oleh situs web lain selain laman yang sedang dikunjungi. Biasanya, cookie ini digunakan untuk melacak aktivitas pengguna di berbagai situs. Pengiklan sering memanfaatkan cookie ini untuk mengamati kebiasaan dan minat penelusuran pengguna di internet.
Langkah Google dan Fitur Baru
Meskipun sempat menonaktifkan cookie untuk satu persen pengguna Chrome pada awal 2024, upaya tersebut terhenti tanpa kelanjutan. Kini, Google berencana benar-benar menonaktifkan cookie pihak ketiga di browser. Sebagai gantinya, perusahaan akan memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk membatasi penggunaan cookie di peramban.
Anthony Chavez, VP Privacy Sandbox di Google, dalam postingan blog terbaru mengumumkan, “Mengingat hal ini, kami mengusulkan pendekatan terbaru yang meningkatkan pilihan pengguna.”
Baca juga: Daftar Smartphone Yang Ada Fitur Live Translate
Kenapa Hal Ini Penting?
Google telah memperkenalkan Privacy Sandbox, yang diharapkan menjadi cara yang lebih anonim untuk melacak minat pengguna untuk keperluan iklan. Namun, adopsi platform ini oleh industri periklanan masih lambat, dengan banyak perusahaan masih dalam tahap pengujian beta.
Karena khawatir kehilangan pendapatan dari pengiklan, Google memutuskan untuk tidak lagi secara bertahap menghapus cookie pihak ketiga. “Kami sedang mendiskusikan jalur baru ini dengan regulator, dan akan berinteraksi dengan industri saat kami meluncurkan fitur baru Google Chrome tersebut,” tambah Chavez.
Dampak untuk Pengguna
Undang-undang Perlindungan Data Umum (GDPR) Uni Eropa yang berlaku sejak 2018 mengharuskan pengiklan untuk mendapatkan persetujuan pengguna sebelum menggunakan cookie pihak ketiga.
Mozilla Firefox telah memblokir cookie pihak ketiga secara default, dan Apple Safari melakukan hal serupa pada 2020. Namun, hingga kini, Google masih belum sepenuhnya menepati janjinya untuk menghapus cookie pihak ketiga.
Dengan perubahan ini, pengguna diharapkan mendapatkan kontrol lebih atas data pribadi mereka, sementara pengiklan dan industri periklanan harus beradaptasi dengan cara baru dalam melacak dan menargetkan audiens.




