OAtekno.com – Dalam dua tahun terakhir, Proyek Green Light Google telah menjadi sorotan dan menciptakan terobosan dalam dunia perencanaan perkotaan yang ramah lingkungan. Mereka mengungkapkan dalam acara Sustainability ’23 Google, inisiatif ini menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengubah lampu lalu lintas biasa menjadi pollution-fighting tools.

Proyek Green Light Google telah diterapkan di kota-kota seperti Rio, Jakarta, Manchester, dan banyak kota lainnya.

Bagaimana caranya? Singkatnya, Google menggunakan pembelajaran mesin untuk menganalisis data Maps, mengukur kepadatan lalu lintas dan waktu tunggu kendaraan di lampu merah. Data ini kemudian melatih sistem AI untuk mengatur waktu lampu lalu lintas, dengan tujuan meminimalkan waktu tunggu dan pola berhenti-dan-jalan pada pengemudi di kota. Ini bukan hanya teknologi untuk teknologi saja. Google memiliki tujuan besar: membantu mitranya mengurangi satu gigaton emisi karbon pada akhir dekade ini.

Awalnya diuji coba di empat persimpangan di Israel, keberhasilan program ini—yang mengurangi penggunaan bahan bakar dan penundaan di persimpangan hingga 20 persen—mendorong ekspansinya ke 12 kota di seluruh dunia. Lokasi-lokasi ini termasuk Rio de Janeiro, Manchester, dan Jakarta, dan Google berencana untuk memperluas jangkauannya pada tahun 2024.

Yael Maguire, Wakil Presiden Keberlanjutan Geo Google, menyatakan bahwa sistem ini unik dalam skalabilitas dan efisiensi biaya, dengan potensi pengurangan hingga 30 persen pada perhentian lalu lintas. Yang lebih penting, insinyur kota dapat melihat dampaknya dalam beberapa minggu setelah penerapan. Hasil dari Manchester menunjukkan penurunan tingkat emisi dan peningkatan kualitas udara hingga 18 persen.

Jangan lupakan peran Google Maps di sini. Dengan mengoptimalkan rute, layanan ini telah mencegah sekitar 2,4 juta ton metrik emisi karbon. Angka ini setara dengan menonaktifkan setengah juta mobil bensin selama satu tahun penuh. Semua ini menunjukkan bahwa solusi-solusi cerdas dapat membawa perubahan besar menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Via