OAtekno.com – Inflasi juga berdampak pada harga aksesori gaming di seluruh dunia, membuat harga kontroler melonjak. Biasanya, kontroler Xbox dijual antara Rp800 ribu hingga Rp3 juta, sehingga para pemain harus mengeluarkan biaya yang tinggi ketika harus mengganti kontroler yang rusak. Namun, Microsoft mencoba mengubah situasi dengan pendekatan revolusioner untuk perbaikan sendiri pada kontroler, yang dapat menghemat biaya yang signifikan bagi para pemain.

Tak hanya Microsoft, Sony dan Nintendo juga mengambil langkah perbaikan mandiri

Solusi inovatif Microsoft mencakup model Xbox Wireless Controller, termasuk Elite Series 2. Dengan inisiatif ini, para pemain akan mendapatkan petunjuk yang bisa mereka download, video tutorial, dan bagian pengganti seperti board circuit, stick, button, cover, dan lainnya, yang tersedia langsung dari Microsoft. Sebelumnya, para pemain harus bergantung pada perbaikan oleh pihak ketiga yang mungkin tidak terjamin kualitasnya 100% aman atau bahkan harus membeli kontroler baru, yang tentunya mahal.

Berbagai masalah pada kontroler Xbox bisa teratasi melalui program ini, mulai dari masalah controller yang bermasalah hingga tombol trigger yang macet. Harga komponen perbaikan bervariasi, dengan set tombol seharga sekitar Rp350 ribu, circuit board dan motor assembly unit seharga sekitar Rp1 juta, dan vibration motor seharga sekitar Rp580 ribu. Bahkan, tersedia juga cover pengganti, meskipun hanya dalam warna hitam dan putih.

Baca juga: Microsoft Perkuat Keamanan Terhadap Serangan DDoS Layer 7

Program inovatif ini sudah beroperasi, menurut pemimpin produk Brad Rossetti, yang mengundang seluruh pemain Xbox dengan kontroler rusak untuk memperbaiki perangkat mereka. Selain itu, inisiatif ini juga melibatkan pengecer pihak ketiga, termasuk para ahli perbaikan sendiri seperti iFixit.

Meskipun inisiatif Microsoft patut mendapatkan apresiasi, mereka tidak sendirian dalam sikap perkembangan industri gaming terhadap perbaikan sendiri. Kontroler Sony DualSense Edge misalnya, sudah menyertakan modul kontrol stick pengganti sebagai bagian standar. Namun, berbeda dari Microsoft, Sony tidak menjual bagian perbaikan tambahan melalui platform online. Nintendo, meskipun tidak menjual komponen perbaikan, menyediakan layanan perbaikan gratis untuk kontroler mereka yang terkenal dengan masalah drift pada Joy-Con. Semoga lebih banyak perusahaan mengadopsi pendekatan ini untuk menjaga kepuasan pelanggan yang menghargai kontroler gaming mereka.

Src