OAtekno.com – Kecerdasan buatan (AI) terus berkembang dan makin meluas cakupan penerapannya. Saat ini, kita dapat melihat kehadiran teknologi tersebut di banyak sektor. Namun, bukan hanya perusahaan swasta saja yang menggunakan AI. Banyak pemerintah dunia yang juga berupaya memanfaatkan kemampuan AI. Satu-satunya kekhawatiran di sini adalah jika AI tidak selalu digunakan oleh individu yang memiliki tujuan yang benar. Menurut informasi baru-baru ini, Korea Utara telah mengakuisisi AI dan sedang menguji kemampuannya dalam perang siber

Serangan Siber Korea Utara dengan Kecerdasan Buatan (AI)

Korea Utara yang merupakan negara misterius yang tidak banyak diketahui dunia luar. Meskipun warganya hidup terisolasi dan tidak memiliki akses ke teknologi modern, pemerintahnya ternyata memiliki teknologi canggih. Kim Jong-Un, pemimpin di pemerintah Korea Utara sering menggunakan teknologi modern untuk kepentingan mereka sendiri.

Korea Utara terkenal dengan serangan sibernya yang telah menyerang berbagai organisasi, termasuk pemerintah, bisnis, dan individu. Sekarang, Korea Utara telah mendapatkan teknologi AI dan ingin menggunakannya untuk serangan siber. Menurut laporan dari Amerika Serikat, Korea Utara menjadi negara pertama yang menggunakan AI untuk serangan siber.

Baca juga: Bing Chat AI Sudah Menggunakan DALL-E 3 Untuk Hasilkan Gambar

Teknologi AI memungkinkan mereka melancarkan serangan siber yang lebih pintar dan efektif. Hal ini membuat sulit untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan ini. Negara ini sering menggunakan uang yang mereka dapatkan dari serangan ini untuk keuntungan finansial, merugikan lawan-lawannya, dan membuat propaganda.

Yang menarik adalah bagaimana Korea Utara mendapatkan teknologi ini. Meskipun mereka tidak bisa membuat komponen hardware canggih seperti chip Nvidia H100 sendiri, para ahli percaya mereka membelinya melalui perusahaan palsu. Namun, asal-usul perangkat lunak yang mereka gunakan masih menjadi misteri.

Via