OAtekno.com – Lenovo resmi menghadirkan Lenovo ThinkStation PGX di Indonesia sebagai workstation berbasis Artificial Intelligence yang ditujukan untuk kebutuhan komputasi berat. Perangkat ini dirancang untuk mendukung pengembangan model AI generatif, mulai dari proses prototyping, fine-tuning, hingga deployment dalam desain desktop yang ringkas.
Kehadiran ThinkStation PGX menunjukkan tren baru di industri teknologi, di mana kebutuhan komputasi AI tidak lagi hanya bergantung pada server besar atau layanan cloud, tetapi mulai bergeser ke perangkat lokal dengan performa tinggi.
Lenovo ThinkStation PGX Gunakan NVIDIA GB10 Grace Blackwell Superchip
Lenovo ThinkStation PGX menggunakan NVIDIA GB10 Grace Blackwell Superchip yang diklaim mampu menghasilkan performa AI hingga 1 PetaFlop atau sekitar 1000 TOPS untuk komputasi berbasis AI.
Perangkat ini dibekali prosesor 20-core Arm yang terdiri dari kombinasi Cortex-X925 dan Cortex-A725. Konfigurasi tersebut dirancang untuk menangani pemrosesan data kompleks serta model AI berukuran besar.
Lenovo menyebut workstation ini dapat menjalankan model AI generatif hingga 200 miliar parameter secara lokal. Bahkan, dua unit ThinkStation PGX dapat dihubungkan sekaligus untuk menangani model hingga 405 miliar parameter.
Kapasitas seperti ini biasanya lebih sering ditemukan pada infrastruktur pusat data atau server perusahaan besar. Namun kini, Lenovo mencoba menghadirkannya dalam bentuk desktop berukuran ringkas.
Memori 128GB dan Bandwidth Tinggi untuk Beban Kerja AI
Untuk mendukung kebutuhan komputasi modern, ThinkStation PGX dilengkapi memori 128GB LPDDR5x dengan bandwidth mencapai 273 GB/s.
Bandwidth tinggi menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan AI karena proses pelatihan model dan analisis data besar membutuhkan aliran data yang stabil agar tidak terjadi bottleneck.
Selain itu, perangkat ini hadir dengan opsi penyimpanan NVMe M.2 berkapasitas 1TB atau 4TB. Kombinasi memori besar dan penyimpanan cepat memungkinkan proses pengolahan dataset berjalan lebih responsif.
Di sektor konsumsi daya, workstation ini membutuhkan daya 240W. Angka tersebut tergolong cukup efisien jika dibandingkan dengan beberapa sistem AI kelas server yang umumnya memiliki kebutuhan daya jauh lebih besar.
Siap Digunakan untuk Framework AI Populer
Lenovo menghadirkan ThinkStation PGX dengan NVIDIA DGX OS dan software stack AI bawaan. Pengguna dapat langsung menjalankan berbagai framework populer seperti PyTorch dan Jupyter tanpa konfigurasi tambahan yang rumit.
Pendekatan seperti ini dinilai penting untuk mempercepat proses pengembangan AI, terutama bagi peneliti, ilmuwan data, mahasiswa, maupun pengembang aplikasi yang membutuhkan lingkungan kerja siap pakai.
Selain itu, pengguna juga dapat memindahkan proyek AI dari desktop ke infrastruktur cloud atau pusat data tanpa perlu mengubah kode. Fleksibilitas tersebut menjadi nilai tambah karena banyak pengembangan AI modern dilakukan secara bertahap, mulai dari perangkat lokal sebelum dipindahkan ke skala produksi.
Desain Ringkas dengan Konektivitas Lengkap
Meski membawa spesifikasi tinggi, Lenovo tetap mempertahankan desain ringkas pada ThinkStation PGX. Perangkat ini memiliki volume hanya sekitar 1,13 liter dengan dimensi 150 x 150 x 50,5 mm dan bobot sekitar 1,2 kilogram.
Dari sisi konektivitas, workstation ini menyediakan empat port USB4 dengan kecepatan hingga 20Gb/s, HDMI 2.1a, serta LAN 10 GbE untuk transfer data berkecepatan tinggi.
ThinkStation PGX juga mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.3 LE. Selain itu, tersedia dukungan NVIDIA ConnectX-7 yang memungkinkan dua perangkat PGX dihubungkan untuk meningkatkan kemampuan komputasi AI.
Konsep skalabilitas seperti ini cukup relevan di era pengembangan AI generatif yang terus berkembang cepat dan membutuhkan kapasitas pemrosesan lebih besar dari waktu ke waktu.
Lenovo Perluas Solusi AI untuk Profesional dan Institusi
Melalui ThinkStation PGX, Lenovo memperluas portofolio perangkat AI-ready di Indonesia. Produk ini menyasar berbagai kalangan seperti pengembang AI, institusi pendidikan, laboratorium riset, hingga perusahaan yang mulai mengadopsi teknologi Artificial Intelligence dalam operasional mereka.
Di sisi lain, meningkatnya penggunaan AI juga membuat kebutuhan perangkat komputasi lokal semakin penting, terutama untuk menjaga efisiensi biaya cloud dan mempercepat proses eksperimen model secara internal.
Lenovo menyebut ThinkStation PGX sudah tersedia di Indonesia melalui toko resmi dan mitra penjualan resmi dengan konfigurasi yang dapat disesuaikan kebutuhan pengguna. Namun, harga resmi perangkat ini belum diumumkan secara detail karena menyesuaikan spesifikasi yang dipilih.
Secara keseluruhan, Lenovo ThinkStation PGX hadir sebagai workstation AI dengan fokus pada performa tinggi, fleksibilitas pengembangan, dan desain hemat ruang. Kehadirannya juga memperlihatkan bagaimana perangkat desktop kini mulai memainkan peran penting dalam pengembangan AI modern di berbagai sektor industri.

