OAtekno.com – Setelah lebih dari empat tahun sejak akuisisi yang sempat mengejutkan publik, CEO Nothing, Carl Pei, akhirnya menjelaskan alasan di balik pembelian merek Essential—perusahaan rintisan ponsel yang didirikan oleh Andy Rubin, pencipta Android—pada awal 2021. Penjelasan tersebut disampaikan melalui video berdurasi tujuh menit yang dirilis di kanal YouTube resmi Nothing.
Awalnya Berniat Pakai Nama Essential
Carl Pei mengungkap bahwa tim Nothing sempat serius mempertimbangkan untuk meluncurkan produk perdananya dengan menggunakan nama Essential. Nama tersebut dinilai memiliki kesan sederhana dan elegan. Karena alasan itu, Nothing memutuskan untuk mengakuisisi seluruh aset merek Essential, termasuk merek dagang, domain Essential.com, dan akun media sosial resmi.
Namun, rencana tersebut berubah hanya beberapa minggu kemudian. Menurut Pei, setelah menimbang lebih lanjut, tim menyadari bahwa melanjutkan merek Essential dapat menimbulkan kebingungan di pasar. Nama itu sudah lekat dengan citra perusahaan smartphone sebelumnya, dan Nothing tidak ingin masyarakat mengira mereka sekadar menghidupkan kembali merek lama.
Nama ‘Stone’ Sempat Masuk Pertimbangan
Menariknya, Pei juga menyebut bahwa sebelum memutuskan nama Nothing, mereka sempat mempertimbangkan nama lain, yaitu Stone. Nama ini juga dipilih karena sifatnya yang ambigu dan terbuka untuk interpretasi. Namun, menurut Pei, nama bukanlah faktor penentu utama keberhasilan sebuah perusahaan teknologi. Ia mencontohkan bahwa “Apple” pada dasarnya hanyalah nama buah, namun yang membuatnya kuat adalah kualitas produknya.
Baca juga: Bocoran Poco F7 Ungkap Desain Gaming dan Spesifikasi Andalan Jelang Rilis
Warisan Essential Masih Terasa?
Walaupun Nothing akhirnya tidak menggunakan nama Essential secara langsung, ada indikasi bahwa unsur dari merek tersebut tetap hidup dalam produk Nothing. Pada Nothing Phone (3a) dan Phone (3a) Pro, terdapat tombol fisik bernama Essential Key. Tombol ini mengaktifkan pusat kontrol perangkat lunak bernama Essential Space—sebuah pendekatan yang tampaknya memanfaatkan nilai dari nama Essential tanpa menggunakannya sebagai identitas utama.
Selain itu, video tersebut juga menampilkan sekilas Project Gem, prototipe ponsel milik Essential yang tidak pernah dirilis ke pasar. Perangkat ini memiliki bentuk memanjang menyerupai batang permen, dengan rasio layar 4:1 dan tata letak keyboard vertikal. Walau proyek ini akhirnya dibatalkan, kehadirannya menjadi pengingat atas inovasi yang sempat dirintis oleh Essential sebelum dihentikan.
Pei sendiri tidak menyebutkan nominal akuisisi Essential, dengan alasan adanya perjanjian kerahasiaan yang berlaku antara kedua pihak.




