OAtekno.com – Meta akuisisi PlayAI menandai langkah terbaru perusahaan dalam memperluas investasi di bidang kecerdasan buatan. Startup ini dikenal dengan spesialisasinya dalam mengembangkan teknologi AI voice generation yang menghasilkan suara menyerupai manusia secara natural. Konfirmasi mengenai akuisisi tersebut telah disampaikan juru bicara Meta kepada Bloomberg.
Dalam memo internal perusahaan yang dilaporkan oleh Bloomberg, seluruh tim dari PlayAI disebut akan resmi bergabung dengan Meta pada pekan berikutnya. Platform dan teknologi yang dikembangkan oleh PlayAI dinilai selaras dengan arah pengembangan berbagai lini produk Meta seperti Meta AI, AI Characters, perangkat wearables, dan platform audio.
Rincian terkait nilai akuisisi belum diungkap ke publik. Namun, langkah ini dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang Meta dalam mengukuhkan posisinya di sektor kecerdasan buatan global.
Fokus Meta pada AI Natural Voice dan Konten Audio
Akuisisi ini memperkuat fokus Meta dalam pengembangan suara buatan yang terdengar lebih alami. Teknologi AI-generated voice dianggap sebagai salah satu komponen penting dalam membangun interaksi yang lebih manusiawi dalam berbagai layanan, mulai dari asisten virtual hingga konten audio otomatis.
Dengan kehadiran teknologi dari PlayAI, Meta diperkirakan akan semakin agresif dalam mengintegrasikan suara AI pada platform mereka, termasuk dalam proyek karakter AI, serta pengalaman imersif di wearable devices dan aplikasi media sosial.
Rekrutmen Besar-Besaran: Dari Apple hingga OpenAI
Selain mengakuisisi startup, Meta juga menjalankan strategi lain melalui rekrutmen talenta kunci di industri AI. Salah satu langkah strategisnya adalah merekrut Ruoming Pang, tokoh penting yang sebelumnya memimpin pengembangan model AI dasar di Apple.
Pang diketahui berperan dalam pengembangan Apple Intelligence, yang mencakup integrasi AI dengan Siri dan perangkat Apple lainnya. Kini, ia resmi bergabung dengan Meta dan akan memimpin divisi baru yang difokuskan pada pengembangan superintelligence AI.
Baca juga: Bocoran Fitur One UI 8.5
Langkah ini mencerminkan ambisi CEO Meta, Mark Zuckerberg, untuk bersaing langsung dengan raksasa lain seperti OpenAI, Google DeepMind, dan Anthropic. Divisi baru ini diposisikan sebagai upaya Meta membangun sistem AI yang jauh lebih canggih dan adaptif dari generasi sebelumnya.
Ambisi Meta Bangun Superintelligence
Divisi superintelligence yang sedang dibentuk oleh Meta menjadi sorotan karena bukan hanya dipimpin oleh Pang, tetapi juga diperkuat oleh rekrutan dari berbagai laboratorium AI ternama. Bloomberg melaporkan bahwa Meta telah menarik sejumlah ilmuwan dan insinyur dari Google DeepMind, OpenAI, hingga startup Safe Superintelligence.
Di sisi lain, strategi ini datang di tengah sorotan terhadap Apple, yang dinilai lambat dalam mengembangkan model AI kompetitif. Laporan menyebutkan bahwa Apple bahkan tengah mempertimbangkan untuk menggandeng model AI pihak ketiga guna meningkatkan performa Siri dan sistem mereka secara keseluruhan.
Dengan terus memperkuat barisan tim AI internal serta menambah portofolio teknologi seperti dari PlayAI, Meta tampaknya ingin mempercepat transisi mereka menjadi pemimpin dalam pengembangan teknologi AI masa depan.




