OAtekno.com – Nothing telah mengonfirmasi detail penting terkait peluncuran smartphone terbarunya, Nothing Phone (3), yang dijadwalkan rilis pada 1 Juli di London. Setelah banyak spekulasi seputar desain baru dan ambisi menjadi flagship, kini perusahaan secara resmi mengumumkan chipset yang akan digunakan.
Didukung Snapdragon 8s Gen 4
Melalui unggahan di platform X, Nothing menyatakan bahwa Phone (3) akan ditenagai oleh chipset Snapdragon 8s Gen 4 dari Qualcomm. Chipset ini bukan varian tertinggi seperti Snapdragon 8 Gen 3 Elite, namun tetap menawarkan performa signifikan dibandingkan Snapdragon 8+ Gen 1 yang dipakai pada Nothing Phone (2).
Snapdragon 8s Gen 4 memiliki performa setara dengan Snapdragon 8 Gen 3—prosesor yang juga digunakan pada ponsel kelas atas seperti Samsung Galaxy S24 Ultra dan OnePlus 12. Performa ini juga bisa ditemukan di iQOO Neo 10, yang dikenal sebagai ponsel dengan fokus pada kecepatan dan responsivitas.
Menurut pendiri Nothing, Carl Pei, pengguna Phone (3) dapat mengharapkan peningkatan CPU hingga 36%, GPU hingga 88%, dan peningkatan performa NPU sebesar 60% dibandingkan generasi sebelumnya. Kombinasi ini menjanjikan pengalaman penggunaan yang lebih mulus dan responsif.
baca juga: Spesifikasi Trump Mobile T1
Chipset ini mengandalkan kombinasi inti performa tinggi, termasuk satu Cortex-X4 dengan kecepatan 3,2GHz, serta inti pendukung Cortex-A720 dan A520. Konfigurasi ini dirancang untuk menghadirkan performa mendekati flagship namun dengan harga yang lebih kompetitif.
Potensi Harga dan Strategi Pasar
Strategi Nothing tampaknya ingin menghadirkan pengalaman flagship tanpa membebani harga. Bocoran terbaru menyebutkan bahwa Phone (3) kemungkinan akan dipasarkan dengan harga sekitar USD 799 (sekitar Rp13 juta). Ini menempatkannya di segmen harga menengah atas, bersaing langsung dengan lini ponsel premium dari merek besar seperti Samsung dan OnePlus.
Desain Baru: Selamat Tinggal Glyph?
Selain peningkatan spesifikasi, desain juga menjadi sorotan. Phone (3) disebut-sebut akan meninggalkan sistem pencahayaan Glyph yang menjadi ciri khas pendahulunya. Sebagai gantinya, Nothing kemungkinan besar akan menghadirkan tampilan belakang baru berupa layar dot-matrix, yang diperkirakan memberi ruang untuk personalisasi visual yang lebih menarik.
Perubahan ini bisa menjadi langkah strategis untuk membedakan Phone (3) dari generasi sebelumnya, serta menambah nilai estetika dan fungsi pada perangkat.
Nothing Phone (3) hadir dengan kombinasi antara chipset kencang, desain baru, dan potensi harga yang kompetitif. Jika strategi ini berhasil dieksekusi dengan baik, ponsel ini berpeluang menarik perhatian pasar Indonesia yang semakin kritis terhadap performa dan harga.




