OAtekno.com – Samsung Galaxy Z Flip 7 diperkirakan akan menjadi bagian dari trio smartphone layar lipat terbaru yang siap dirilis pada pertengahan 2025. Bersama Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7 FE, perangkat ini dikabarkan akan diumumkan secara resmi dalam ajang Galaxy Unpacked yang kemungkinan digelar pada Juli atau Agustus mendatang.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak Samsung, sejumlah indikasi kuat mengarah pada kehadiran ketiga perangkat ini di pasar Indonesia. Ketiganya telah tercatat di situs P3DN milik Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yang berarti sudah memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk dipasarkan di Indonesia.
Kode Model dan Kesiapan Peluncuran di Indonesia
Dalam dokumen TKDN, ketiga perangkat tercatat dengan nomor model SM-F766B, SM-F761B, dan SM-F966B. Berdasarkan data yang ada:
-
SM-F766B merupakan model global dari Galaxy Z Flip 7
-
SM-F761B diyakini sebagai Galaxy Z Flip 7 FE
-
SM-F966B adalah nomor model untuk Galaxy Z Fold 7
Ketiganya sudah memenuhi ambang TKDN sebesar 36,10 persen dan mendukung jaringan 5G, sesuai regulasi untuk perangkat elektronik di Indonesia.
Baca juga: Apa itu Aplikasi SmartThings di HP Samsung?
Galaxy Z Flip 7 FE: Varian Baru yang Lebih Terjangkau?
Salah satu sorotan dari deretan perangkat ini adalah kehadiran Galaxy Z Flip 7 FE, yang akan menjadi Fan Edition pertama dalam lini ponsel layar lipat Samsung.
Jika rumor ini terbukti benar, Galaxy Z Flip 7 FE berpotensi menjadi alternatif yang lebih terjangkau bagi pengguna yang ingin mencoba teknologi foldable tanpa harus membeli model flagship. Strategi ini sejalan dengan upaya Samsung untuk memperluas pasar perangkat layar lipat, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia.
Perbedaan Chipset di Galaxy Z Flip 7 dan Z Fold 7
Laporan terbaru dari Chosun Daily menyebutkan bahwa Galaxy Z Flip 7 akan menggunakan chipset buatan Samsung sendiri, Exynos 2500. Sementara Galaxy Z Fold 7 tetap akan dibekali prosesor Snapdragon dari Qualcomm kemungkinan besar Snapdragon 8 Gen 3.
Sebelumnya, sempat muncul keraguan mengenai kesiapan Exynos 2500 untuk perangkat foldable. Namun, Samsung tampaknya tetap melanjutkan rencana tersebut, meskipun yield (tingkat keberhasilan produksi) chip Exynos ini masih di angka 20–40 persen, jauh di bawah target ideal 60 persen.
Pertimbangan Biaya di Balik Pemilihan Chipset
Penggunaan Exynos 2500 pada Galaxy Z Flip 7 diyakini lebih karena pertimbangan efisiensi biaya. Chip Snapdragon mengalami kenaikan harga lebih dari 20 persen, membuatnya kurang ideal untuk perangkat seperti Z Flip 7 yang diposisikan di kelas menengah atas.
Sebaliknya, Galaxy Z Fold 7 yang memang menyasar segmen premium tetap akan dibekali Snapdragon karena dinilai lebih cocok secara performa dan positioning pasar.
Kehadiran Galaxy Z Flip 7 dan dua model pendampingnya menjadi penanda bahwa Samsung terus mendorong inovasi di pasar smartphone layar lipat. Meski belum diumumkan secara resmi, berbagai petunjuk menunjukkan bahwa peluncurannya tinggal menunggu waktu.






