OAtekno.com – Konami adalah nama besar dalam dunia game, dan salah satu kontribusinya yang paling ikonik adalah dalam genre game sepak bola. Mulai dari era 8-bit hingga zaman platform digital, Konami telah melalui berbagai transformasi besar—baik dalam gameplay, nama produk, strategi bisnis, hingga teknologi pengembangannya.
Di artikel ini, OAtekno akan mengulas perjalanan panjang Konami di dunia sepak bola digital, mulai dari Konami’s Soccer (1985) hingga eFootball 2025, termasuk perubahan engine, transisi ke free-to-play, dan tantangan besar di awal peluncuran eFootball.
Awal Segalanya: Konami’s Soccer (1985)
Game sepak bola pertama Konami, berjudul Konami’s Soccer, dirilis tahun 1985 untuk MSX dan NES. Tampilannya top-down, dengan grafis sederhana dan kontrol terbatas. Namun game ini menjadi titik awal bagi perjalanan panjang Konami dalam genre sepak bola.
Hyper Soccer (1992)
Dirilis untuk NES dengan nama Konami Hyper Soccer, game ini menambahkan fitur-fitur menarik seperti:
- Animasi tendangan salto
- Kartu merah/kuning
- Tim nasional fiktif dengan gaya bermain unik
Meski belum resmi berlisensi, atmosfer permainan terasa lebih hidup dibanding game sebelumnya.
Lahirnya Seri ISS – International Superstar Soccer (1994–2000)
Tahun 1994, Konami meluncurkan International Superstar Soccer (ISS) untuk Super Nintendo. Seri ini menghadirkan gameplay yang lebih realistis dan menjadi fondasi dari franchise game sepak bola Konami modern.
Dua tim internal Konami terlibat:
- KCEO (Osaka): menangani ISS untuk SNES dan N64
- KCET (Tokyo): mengembangkan ISS Pro Evolution untuk PlayStation — inilah yang menjadi cikal bakal PES dan eFootball
Versi penting:
- ISS Deluxe (1995)
- ISS 64 (1997)
- ISS Pro (1997)
- ISS Pro Evolution (1999)
Era Keemasan: Pro Evolution Soccer / Winning Eleven (2001–2013)
Tahun 2001, Konami secara resmi memperkenalkan seri baru:
- Pro Evolution Soccer (PES) di pasar global
- Winning Eleven di Jepang
Seri ini dikenal dengan gameplay realistis dan kontrol yang mendalam. PES 5 dan PES 6 (2005–2006) dianggap sebagai puncak kejayaan PES, bahkan melebihi FIFA dari sisi gameplay.
Kelebihan PES di masa ini:
- Fisika bola realistis
- AI lawan dan rekan setim cerdas
- Komunitas modding aktif (khususnya di PC dan PS2)
Persaingan Ketat & Mulai Tertinggal (2014–2018)
Saat FIFA mulai mendominasi dengan lisensi resmi dan presentasi yang lebih menarik, PES mulai kehilangan pamor. Tahun 2018, Konami kehilangan hak eksklusif atas UEFA Champions League, yang telah menjadi fitur andalan sejak 2008. Meski PES 2013 tetap dikenang sebagai seri terbaik dalam era HD, setelahnya banyak gamer merasa PES stagnan dan kurang inovatif.
Rebranding Menjadi eFootball PES (2019)
Tahun 2019, Konami mulai memperkenalkan merek baru: eFootball PES 2020
Fokus diarahkan ke esports dan kompetisi online. Namun, secara gameplay dan konten, game ini masih berbasis Fox Engine dan belum sepenuhnya berubah.
Revolusi & Kontroversi: eFootball 2022 (Gratis, Tapi Berantakan)
Bagi sebagian orang, PES 2021 adalah puncak dari game sepak bola Konami. Ini adalah seri terakhir game ini dijual dengan harga yang cukup tinggi setara dengan game AAA di eranya. Sampai sekarangpun seri ini terutama eFootball PES 2021 Season Update masih banyak dimainkan dengan dukungan modifikasi dari komunitas pecintanya. Seri ini dengan segala mod-nya dianggap game sepak bola paling realistis yang pernah ada, sayangnya tidak bisa online.
Setelah itu, semua versi eFootball dapat diunduh dan dimainkan gratis, tapi konten dan progres di dalamnya memerlukan pembelian koin, kontrak, dan item tertentu.
Tahun 2021, Konami menghapus nama “PES” dan merilis eFootball 2022.
Perubahan drastis yang dilakukan:
- Gratis sepenuhnya (free-to-play)
- Mengganti engine dari Fox Engine ke Unreal Engine 4
- Fokus utama pada mode online: Dream Team
- Menjadikan microtransaction sebagai sumber monetisasi utama
- Mode offline seperti Master League direncanakan hadir sebagai DLC berbayar
Masalah Besar di Awal Rilis
eFootball 2022 menuai kritik tajam saat dirilis:
- Grafis aneh dan bug wajah pemain viral di media sosial
- Animasi patah-patah
- Konten sangat terbatas (hanya 9 klub di awal rilis)
- Sistem kontrol terasa kaku
Skor pengguna di Steam sempat menjadi yang terburuk dalam sejarah platform tersebut, dengan ribuan ulasan negatif.
Gagalnya Rencana Penggabungan Mobile & Konsol
Awalnya, Konami menjanjikan bahwa eFootball akan menjadi platform lintas-perangkat penuh, artinya:
- Pemain mobile, konsol, dan PC bisa bermain bersama
- Kontrol akan disesuaikan agar setara
- Pengalaman kompetitif universal
Namun rencana ini dihapus dari roadmap resmi pada akhir 2022 karena:
- Perbedaan kontrol terlalu besar
- Masalah performa dan balancing
- Komplain dari komunitas konsol dan PC
Akhirnya, meski akun pemain tetap sinkron, gameplay mobile dan konsol tetap dipisahkan.
Pemulihan dan Update Bertahap (2022–2024)
Konami tidak menyerah. Mereka terus merilis update untuk memperbaiki:
- Tampilan muka, body, dan jersey pemain
- Fisika bola dan pergerakan pemain
- Sistem passing dan shooting
- Penambahan klub partner
- Fitur division untuk online dengan jaringan yang lebih baik untuk mengurangi lag
Meskipun Master League offline belum dirilis hingga 2025, komunitas perlahan mulai kembali.
eFootball 2025: Masa Kini & Strategi Live-Service
eFootball kini menjadi game tanpa rilis tahunan, mengikuti model game seperti Fortnite atau Genshin Impact:
- Live update musiman
- Fokus penuh pada Dream Team atau Division
- Microtransaction sebagai sumber pendapatan utama
- Penambahan lisensi terbatas dengan klub ternama (Barcelona, Manchester United, Arsenal, Inter Milan, AC Milan, Borussia Dortmund, dll.)
Timeline Evolusi Game Bola Konami
| Tahun | Judul Game | Platform / Catatan |
| 1985 | Konami’s Soccer | MSX, NES |
| 1992 | Konami Hyper Soccer | NES |
| 1994 | International Superstar Soccer | SNES |
| 1997 | ISS Pro / ISS 64 | PlayStation, N64 |
| 1999 | ISS Pro Evolution | PlayStation (awal PES) |
| 2001 | PES / Winning Eleven | PS2 era, gameplay realistis |
| 2013 | PES 2013 | Seri puncak sebelum penurunan |
| 2019 | eFootball PES 2020 | Fokus esports, branding baru |
| 2021 | eFootball 2022 | Gratis, Unreal Engine, kontroversial |
| 2025 | eFootball 2025 | Platform digital penuh, Dream Team |
Konami telah melewati jalan panjang dalam dunia game sepak bola.
Dari game sederhana 8-bit, menjadi game realistik berskala global, hingga kini menjadi platform digital berbasis live-service dan microtransaction.
Meski transisi ke eFootball penuh tantangan dan kritik, Konami tetap menunjukkan komitmen untuk mempertahankan dan mengembangkan pengalaman sepak bola digital yang kompetitif dan adaptif dengan tren industri game modern.

