OAtekno.com – eFootball, pengganti seri Pro Evolution Soccer (PES) dari Konami, dikenal sebagai gim simulasi sepak bola yang menekankan realisme dan penguasaan teknik. Namun, sejak peluncuran fitur Smart Assist pada 2024, perdebatan mencuat di komunitas penggemar. Langkah Konami menjadikan fitur ini sebagai pengaturan default di tahun 2025 menimbulkan berbagai tanggapan, terutama terkait dampaknya terhadap aspek keterampilan dan realisme permainan.

Apa Itu Smart Assist di eFootball?

Smart Assist pertama kali diperkenalkan dalam pembaruan versi 4.0.0 pada September 2024. Fitur ini memberikan bantuan otomatis saat bermain, mencakup kekuatan tembakan, arah dribel, dan jenis umpan. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan kontrol, terutama bagi pemain pemula dan pengguna perangkat mobile dengan kontrol layar sentuh.

Awalnya, fitur ini hanya tersedia di mode non-kompetitif seperti VS AI Events, Co-op, dan Quick Match. Namun, sejak Januari 2025, Smart Assist diperluas ke mode PvP (Player vs Player), termasuk pertandingan kooperatif dan turnamen. Perubahan signifikan terjadi pada April 2025 melalui pembaruan versi 4.4.0, ketika Konami menjadikan Smart Assist sebagai pengaturan default bagi pengguna baru. Meski demikian, pengguna lama masih bisa menonaktifkannya melalui pengaturan di menu [Extras] > [Game Settings] > [Play Settings] > [Smart Assist] atau [Controller] > [Detailed Settings] > [Smart Assist].

Alasan Konami Menjadikan Smart Assist Default

Konami mengklaim keputusan ini didasarkan pada survei dan analisis data dari para pemain. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas, khususnya bagi pengguna mobile yang sering mengalami kendala dalam menguasai kontrol teknis. Dengan Smart Assist, pemain bisa melakukan aksi seperti dribel dan tembakan tanpa perlu keahlian tinggi.

Selain itu, fitur ini dianggap sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan pengalaman bermain antara pengguna mobile dan pemain di platform konsol/PC dalam lingkungan lintas platform. Konami juga menyatakan akan terus mengembangkan Smart Assist dengan menyesuaikan umpan balik komunitas untuk menciptakan keseimbangan antara kemudahan dan kontrol manual.

Menurut kami, ini adalah salah satu langkah Konami untuk memanjakan pemain mobile, karena dari pemain mobile inilah pemasukan terbesar mereka saat ini. Sah-sah saja karena ini fitur yang baik sebenarnya, hanya saja ini seharusnya tidak menjadi default.

Reaksi Komunitas terhadap Smart Assist

Potensi Menurunkan Kualitas Kompetisi

Banyak pemain lama mengkhawatirkan bahwa Smart Assist mengurangi tantangan dan kedalaman gameplay. Otomatisasi dalam hal pengambilan keputusan seperti arah dan kekuatan operan membuat sebagian pemain merasa kehilangan kendali. Hal ini khususnya dirasakan oleh mereka yang terbiasa menggunakan mode Full Manual (FUMA) atau pengaturan bantuan minimal (PA3/PA4).

Pengalaman yang sebelumnya membutuhkan presisi kini bisa dicapai dengan bantuan AI, membuat permainan terasa kurang menantang. Beberapa pemain menyebutkan bahwa keputusan AI justru kerap berlawanan dengan input mereka, seperti umpan ke arah berbeda atau tembakan yang terlalu keras.

Efek terhadap Realisme Permainan

eFootball dikenal dengan elemen simulasi seperti fisika bola dan animasi realistis. Namun, Smart Assist dianggap mencederai hal tersebut. Gerakan pemain yang dikendalikan AI terasa kaku dan kurang alami, seperti bergerak di atas rel yang telah ditentukan. Ini menurunkan pengalaman imersif yang selama ini menjadi keunggulan utama eFootball dibandingkan kompetitornya.

Masalah di Lingkungan Kompetitif PvP

Dalam pertandingan PvP, fitur ini memicu kekhawatiran terkait ketimpangan. Pemain berpengalaman merasa dirugikan karena lawan yang menggunakan Smart Assist dapat mengeksekusi aksi rumit tanpa perlu latihan panjang. Beberapa anggota komunitas menyebutnya sebagai potensi “pembunuh gim” jika fitur ini terus diimplementasikan secara permanen dalam mode kompetitif.

Sebagai solusi, muncul usulan agar Konami menambahkan opsi filter dalam sistem matchmaking, memungkinkan pemain memilih lawan berdasarkan pengaturan Smart Assist yang digunakan.

Manfaat Terbatas untuk Pemula

Meski menuai kritik, sebagian pemain pemula mengakui Smart Assist memudahkan mereka memahami permainan. Di perangkat mobile, aksi seperti double touch atau umpan akurat memang sulit dilakukan tanpa bantuan sistem. Oleh karena itu, Smart Assist dinilai berguna jika dibatasi pada mode latihan atau pertandingan non-kompetitif.

Implikasi Terhadap Masa Depan eFootball

Keputusan Konami memperluas Smart Assist mencerminkan ambisi mereka untuk menarik audiens yang lebih luas, khususnya pengguna mobile. Namun, langkah ini juga menimbulkan risiko alienasi terhadap pemain lama yang menginginkan pengalaman realistis dan berbasis keterampilan.

Jika tidak ada pengaturan yang membedakan penggunaan Smart Assist, maka potensi ketidakpuasan di komunitas kompetitif bisa meningkat. Untuk menjaga keseimbangan, dibutuhkan pendekatan fleksibel yang memungkinkan setiap jenis pemain menikmati eFootball sesuai preferensi mereka.

Smart Assist pada dasarnya adalah inovasi dengan niat baik. Namun, agar fitur ini tidak menggerus identitas eFootball sebagai simulasi sepak bola, transparansi, opsi yang jelas, dan pelibatan komunitas dalam pengembangan fitur harus menjadi prioritas Konami.