OAtekno.com – Sony Xperia tetap eksis di pasar global meskipun tidak lagi dijual secara resmi di banyak negara, termasuk Indonesia. Menariknya, Sony kini mengubah strategi produksi mereka untuk lini smartphone, termasuk perangkat flagship, dengan menggandeng pabrik pihak ketiga.

Perubahan Strategi Produksi Smartphone Sony

Selama bertahun-tahun, Sony memproduksi smartphone kelas atas secara mandiri melalui fasilitas manufaktur milik mereka di Thailand dan Tiongkok. Namun, laporan terbaru dari media teknologi Jepang menyebutkan bahwa perusahaan kini sepenuhnya menghentikan produksi internal smartphone, termasuk lini flagship seperti Xperia 1.

Langkah ini bukan sekadar transisi sementara, melainkan bagian dari strategi jangka panjang. Situs resmi produksi Sony di Thailand bahkan tidak lagi mencantumkan smartphone dalam daftar produk mereka. Ini mengindikasikan bahwa semua proses perakitan kini dialihkan ke pihak ketiga.

Produksi Xperia oleh OEM: Apa Artinya bagi Pengguna?

Sony sebenarnya bukan pemain baru dalam menggunakan pihak ketiga untuk produksi perangkat kelas menengah. Kini, strategi tersebut diperluas ke perangkat premium. Dengan menggunakan sistem original equipment manufacturer (OEM), Sony tetap merancang desain, spesifikasi, dan kualitas produk, sementara proses perakitannya dipercayakan pada pabrik lain.

Baca juga: iQOO Z10 Bakal Jadi Smartphone Pertama di Indonesia Dengan Baterai 7300mAh

Langkah ini umum dilakukan di industri elektronik sebagai upaya efisiensi biaya produksi tanpa mengorbankan kontrol terhadap mutu. Sebagai contoh, Xperia 1 VII disebut sebagai model flagship pertama yang dirakit oleh pihak ketiga, namun tetap mempertahankan kualitas seperti versi sebelumnya yang dirakit internal.

Fokus pada Efisiensi Tanpa Mengorbankan Mutu

Dengan mengalihkan produksi ke OEM, Sony dapat lebih fleksibel dalam mengelola biaya operasional dan menjaga keberlanjutan bisnis smartphone mereka. Penggunaan pabrik pihak ketiga juga memungkinkan adaptasi yang lebih cepat terhadap dinamika pasar global, terutama saat persaingan harga semakin ketat akibat kehadiran produsen asal Tiongkok.

Namun, Sony tetap memastikan bahwa kontrol mutu dan standar produksi tetap menjadi prioritas. Semua perangkat yang diproduksi oleh mitra manufaktur tetap harus mengikuti standar yang telah ditetapkan perusahaan.

Sony Masih Eksis di Pasar Smartphone Global

Meski tak lagi bersaing langsung di pasar Indonesia, Sony tetap mempertahankan eksistensinya melalui lini Xperia, terutama untuk segmen pengguna yang menghargai desain minimalis, layar berkualitas tinggi, dan integrasi dengan teknologi kamera Alpha.

Dengan strategi baru ini, Sony menunjukkan bahwa mereka tidak sepenuhnya mundur dari bisnis smartphone, tetapi memilih jalur efisiensi agar tetap relevan di tengah persaingan pasar global.