OAtekno.com – Dalam operasi lapangan, Korps Brimob kerap mengerahkan dua jenis kendaraan taktis, yaitu Barracuda dan Rimueng, yang sama-sama dirancang untuk mendukung tugas berat aparat keamanan. Berikut spesifikasi serta kegunaan untuk kedua kendaraan taktis tersebut.
Rimueng: Rantis Buatan Dalam Negeri
Rimueng, yang berarti Harimau dalam bahasa Aceh, merupakan kendaraan lapis baja produksi dalam negeri. Bobotnya sekitar 14 ton dan mampu menampung hingga 12 personel beserta perlengkapan tempur.
Kendaraan ini menggunakan mesin diesel bertenaga besar untuk bermanuver di berbagai medan, termasuk perkotaan maupun pedalaman. Sistem suspensi kokoh dan ban run flat tire memungkinkan Rimueng tetap melaju meski terkena tembakan atau ranjau. Pada bagian atasnya, tersedia dudukan senjata yang bisa dipasangi senapan mesin berat, sehingga dapat digunakan untuk operasi penegakan hukum maupun pengamanan wilayah rawan.
Barracuda: Penguatan Armada Brimob
Berbeda dengan Rimueng, Barracuda lebih dulu dikenal sebagai bagian dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam negeri. Indonesia memiliki sekitar 44 unit Barracuda yang ditempatkan di berbagai wilayah. Kendaraan ini kerap digunakan dalam pengamanan demonstrasi, operasi antiterorisme, hingga konflik horizontal.
Salah satu keunggulannya adalah perlindungan balistik. Bodinya dilapisi pelat baja setebal 8 mm, mampu menahan peluru kaliber 7,62 mm. Kacanya pun diperkuat dengan ketebalan 4 mm ditambah lapisan baja, sehingga lebih tahan terhadap serangan. Perlindungan ini penting untuk mengurangi risiko saat menghadapi kerusuhan maupun ancaman ledakan.
Persenjataan dan Performa Barracuda
Barracuda dirancang fleksibel untuk berbagai misi dengan opsi persenjataan, antara lain:
-
Senapan Mesin Berat Browning M2HB kaliber 12,7 mm di dudukan atap.
-
Senapan Mesin Sedang kaliber 7,62 mm sebagai dukungan operasi.
Dudukan senjata bisa dioperasikan secara manual atau remote control, sehingga awak di dalam tetap terlindungi.
Untuk menopang bobotnya, Barracuda menggunakan sasis truk Unimog seri 5000 buatan Jerman yang terkenal tangguh di medan ekstrem. Dapur pacunya ditenagai mesin diesel Mercedes-Benz OM 924 LA berkapasitas 3.730 cc dengan tenaga 218 hp, penggerak 4×4, dan kecepatan maksimum 100 km/jam. Ban dengan teknologi Run Flat memungkinkan kendaraan tetap berjalan hingga 80 km/jam meski dalam kondisi bocor.
Baik Rimueng maupun Barracuda memiliki peran vital dalam mendukung operasi Brimob, mulai dari pengamanan massa hingga menghadapi situasi darurat di lapangan. Meski berbeda asal produksi, keduanya sama-sama dirancang untuk memberikan perlindungan, mobilitas, dan daya tempur maksimal bagi aparat.






