OAtekno.com – Spotify memperkenalkan fitur baru bernama custom transitions yang memungkinkan pelanggan membuat playlist dengan nuansa lebih profesional dan personal. Fitur ini tersedia untuk pengguna Premium di berbagai negara, termasuk Indonesia, meski peluncurannya berlangsung bertahap.
Cara Menggunakan Fitur Transisi Kustom
Untuk mulai mengedit, pengguna dapat membuka playlist lalu memilih opsi “Mix” di toolbar. Dari sana, tersedia pilihan transisi otomatis atau kustom, dengan opsi preset seperti fade, rise, atau blend. Selain itu, pengguna juga bisa mengatur volume, EQ, serta efek lain, sambil memanfaatkan data waveform dan beat untuk menentukan titik transisi terbaik antar lagu.
Spotify juga menampilkan informasi kunci lagu (key) dan jumlah ketukan per menit (BPM), sehingga mempermudah pengguna pemula yang baru mencoba membuat transisi musik.
Dukungan untuk Kreator Playlist
Sejauh ini, pengguna Spotify telah membuat hampir 9 miliar playlist. Dengan adanya transisi kustom, perusahaan berharap fitur ini dapat menarik penggemar musik maupun kreator playlist berpengalaman yang ingin menghadirkan pengalaman mendengarkan lebih mulus. Playlist yang sudah diedit juga bisa disimpan, dibagikan ke media sosial, atau dikolaborasikan bersama pengguna Premium lain.
Baca juga: Spotify Siapkan Fitur AI Generatif untuk Interaksi Lebih Natural
Selain itu, Spotify menambahkan opsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkan mode mix kapan saja. Dengan begitu, playlist bisa dikembalikan ke format tradisional setelah selesai diputar dalam situasi tertentu, seperti saat pesta atau olahraga di gym.
Persaingan dengan Apple Music
Fitur baru ini hadir di tengah meningkatnya persaingan layanan musik digital. Apple Music saat ini tengah menguji fitur serupa bernama AutoMix di iOS 26, yang diklaim mampu menghadirkan pengalaman mixing ala DJ. Dengan transisi kustom, Spotify menawarkan alternatif bagi penggunanya agar tetap relevan dan kompetitif.
Musik yang Cocok untuk Transisi
Spotify merekomendasikan penggunaan fitur ini terutama pada genre yang secara alami mendukung peralihan mulus, seperti house dan techno. Namun, pengguna tetap bisa berkreasi dengan genre lain sesuai selera. Untuk mempercantik playlist, tersedia pula opsi menambahkan cover art, stiker, dan label khusus.
Ketersediaan Fitur
Transisi kustom sudah mulai tersedia untuk sebagian besar pelanggan Premium di seluruh dunia. Namun, beberapa wilayah di kawasan Asia Pasifik masih perlu menunggu giliran. Pengguna dapat mencoba fitur ini dengan memperbarui aplikasi Spotify di perangkat iOS maupun Android.
Fitur transisi kustom menambah daftar panjang inovasi Spotify dalam setahun terakhir, seperti kemampuan mengatur ulang playlist, mempersonalisasi Discover Weekly, menunda lagu tertentu, hingga menggunakan AI DJ. Semua itu memperlihatkan fokus Spotify dalam memberi kontrol lebih besar kepada pengguna atas pengalaman mendengarkan musik mereka.




