OAtekno.com – OpenAI dilaporkan tengah menguji fitur watermark pada gambar yang dihasilkan oleh ChatGPT, terutama untuk membedakan konten dari akun gratis dan akun berbayar. Informasi ini berasal dari APK teardown aplikasi ChatGPT versi beta (v1.2025.196), yang mengungkap adanya referensi kode bertuliskan “image-gen-watermark-for-free”.

Tujuan Penambahan Watermark pada Gambar AI

Meskipun belum diumumkan secara resmi, penambahan watermark ini diperkirakan merupakan langkah strategis OpenAI untuk meningkatkan transparansi atas konten visual buatan AI. Di tengah kekhawatiran publik terhadap potensi penyalahgunaan teknologi generatif, identifikasi otomatis melalui watermark dianggap relevan dan penting.

Secara teknis, watermark akan berfungsi sebagai penanda bahwa gambar tersebut dihasilkan oleh sistem AI. Ini sekaligus mempermudah audiens dalam membedakan konten digital buatan manusia dan yang diproduksi oleh algoritma.

Temuan awal juga menunjukkan bahwa fitur ini sempat diaktifkan saat pengujian internal oleh sejumlah pihak, seperti Android Authority. Salah satu menu yang muncul adalah opsi “Save without watermark”, yang kabarnya hanya akan tersedia bagi pengguna premium saat fitur ini dirilis secara penuh.

Pengaruh terhadap Pengguna Gratis dan Berbayar

Skema yang sedang diuji menempatkan watermark secara default pada hasil gambar akun gratis. Sementara itu, pengguna berbayar berpotensi mendapatkan akses untuk menyimpan gambar dalam versi bersih tanpa elemen tambahan.

Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa pengguna gratis tetap dapat mengakses gambar tanpa watermark, kemungkinan itu bisa datang dengan batasan tertentu, seperti jumlah unduhan per hari, resolusi gambar, atau proses tambahan yang lebih kompleks.

Baca juga: OpenAI Akuisisi io, Startup Jony Ive Senilai Rp106 Triliun untuk Kembangkan Produk AI Inovatif

Kebijakan ini tampaknya dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan profesional dan aksesibilitas umum. Di satu sisi, OpenAI berupaya memperkuat brand dan kredibilitas, sementara di sisi lain, tetap membuka ruang bagi pemakaian luas di kalangan pengguna individu.

Masih Dalam Tahap Uji Coba

Perlu dicatat bahwa keberadaan fitur watermark ini masih bersifat eksperimental. Fakta bahwa fitur tersebut muncul di APK beta tidak menjamin implementasinya dalam versi publik ke depan.

Sinyal awal tentang fitur ini sebenarnya sudah muncul sejak April 2025, ketika bocoran fitur bertajuk ImageGen dibagikan oleh pengguna di platform X (sebelumnya Twitter). Dalam bocoran tersebut, terlihat bahwa OpenAI tengah mempersiapkan mekanisme pelabelan visual yang mendukung identifikasi konten buatan AI.

Selain fitur watermark, OpenAI juga sedang mengembangkan beberapa fitur lainnya, termasuk mode Study Together, pilihan gaya visual atau Image Styles, dan kemungkinan opsi langganan tahunan bagi pengguna yang ingin fleksibilitas lebih tinggi.

Kejelasan dan Kontrol dalam Ekosistem AI

Jika benar-benar diterapkan, watermark bisa menjadi batas pemisah yang jelas antara pemanfaatan AI untuk keperluan kasual dan profesional. Dengan fitur ini, OpenAI menunjukkan komitmennya terhadap tata kelola konten yang lebih akuntabel.

Fitur seperti ini bukan hanya berdampak pada pengalaman pengguna, tapi juga memberikan edukasi kepada publik bahwa tidak semua gambar yang tersebar secara daring merupakan hasil karya manusia. Hal ini penting dalam konteks perkembangan teknologi AI yang semakin canggih dan sulit dibedakan dari buatan manusia.

Langkah OpenAI ini juga mencerminkan arah kebijakan yang berorientasi pada etika dan tanggung jawab, terutama dalam membangun ekosistem teknologi generatif yang terbuka namun tetap terkendali.