OAtekno.com – YouTube resmi mengubah kebijakan terkait bahasa kasar (profanity) dalam video, memberi kreator lebih banyak kelonggaran dalam memonetisasi konten mereka. Dalam pengumuman video, Conor Kavanagh, selaku Head of Monetization YouTube, menyampaikan bahwa kini video yang mengandung bahasa kasar tingkat tinggi, seperti kata makian berat (f-bombs) di tujuh detik awal, tetap dapat memperoleh monetisasi penuh.

Perubahan Kebijakan dari Tahun ke Tahun

Pada 2022, YouTube menerapkan aturan ketat yang membuat video dengan bahasa kasar di awal durasi tidak layak dipasangi iklan. Setahun kemudian, kebijakan ini mulai dilonggarkan untuk kata makian tingkat sedang, seperti asshole atau bitch, sehingga tidak lagi terkena pembatasan. Namun, untuk kata makian berat, sebelumnya video hanya bisa mendapatkan pendapatan iklan terbatas.
Kini, kebijakan tersebut kembali diubah sehingga video dengan bahasa kasar tingkat tinggi di awal durasi berpeluang mendapat monetisasi penuh, asalkan memenuhi panduan lainnya.

Baca juga: Fitur AI Baru YouTube Shorts: Ubah Foto Jadi Video dan Efek Kreatif Lainnya

Alasan Perubahan Kebijakan

Menurut Kavanagh, aturan lama diberlakukan karena banyak pengiklan ingin menjaga jarak dari konten dengan bahasa kasar. Namun, situasi telah berubah. Saat ini, pengiklan dapat memilih menampilkan iklan mereka di konten dengan tingkat profanity tertentu sesuai target pasar masing-masing.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa penggunaan kata kasar di judul atau thumbnail masih akan membatasi jumlah iklan yang tayang.

Batasan yang Tetap Berlaku

YouTube menegaskan bahwa meskipun bahasa kasar kini lebih fleksibel, kreator tetap perlu berhati-hati. Misalnya, video yang terlalu sering menggunakan kata makian berat atau membuat kompilasi khusus berisi sumpah serapah tetap akan melanggar Pedoman Konten Ramah Pengiklan (Advertiser-Friendly Content Guidelines).
Dengan kata lain, kreator boleh saja mengucapkan bahasa kasar di awal video, tetapi penggunaannya harus tetap terukur agar video tetap layak mendapatkan monetisasi maksimal.