OAtekno.com – AGIBOT resmi menghadirkan sejumlah robot canggih di Indonesia, termasuk robot humanoid berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk kebutuhan industri, layanan publik, pendidikan, hingga operasional komersial. Kehadiran teknologi ini menandai semakin luasnya pemanfaatan robotika di berbagai sektor di Tanah Air.
Setidaknya terdapat lima model robot AGIBOT yang kini tersedia di Indonesia. Masing-masing dirancang untuk fungsi yang berbeda, mulai dari interaksi dengan manusia, penelitian, hingga pembersihan area berskala besar secara otomatis.
AGIBOT A3, Robot Humanoid untuk Tugas Kompleks
AGIBOT A3 menjadi model humanoid paling canggih dalam jajaran produk yang diperkenalkan. Robot ini memanfaatkan teknologi AI untuk menjalankan berbagai tugas yang membutuhkan tingkat presisi tinggi.
Kemampuannya mencakup pergerakan mandiri, interaksi dengan manusia, serta manipulasi objek secara akurat. Berkat kombinasi sensor dan sistem kecerdasan buatan, AGIBOT A3 dapat digunakan dalam lingkungan industri, penelitian, maupun layanan publik yang membutuhkan otomatisasi tingkat lanjut.
AGIBOT X2 Hadir dengan Desain Lebih Ringkas
Bagi kebutuhan interaksi di ruang publik, AGIBOT menghadirkan X2 yang mengusung konsep half-size humanoid. Ukurannya yang lebih kecil membuat robot ini lebih mudah ditempatkan di berbagai lokasi tanpa memerlukan ruang yang besar.
AGIBOT X2 mendukung interaksi melalui suara, pengenalan visual, dan gestur. Karena itu, robot ini berpotensi dimanfaatkan untuk promosi, layanan informasi, maupun penyambutan pengunjung di pusat perbelanjaan, pameran, dan area publik lainnya.
AGIBOT D1 Pro/EDU untuk Pendidikan dan Riset
Selain robot humanoid, AGIBOT juga membawa D1 Pro/EDU yang mengadopsi desain quadruped atau robot berkaki empat. Platform ini dirancang khusus untuk mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian di bidang robotika.
Robot tersebut mampu bergerak di berbagai jenis permukaan sambil mempertahankan keseimbangan secara otomatis. Selain itu, pengguna dapat menambahkan berbagai sensor sesuai kebutuhan pengembangan dan eksperimen.
Karakteristik tersebut menjadikan AGIBOT D1 Pro/EDU cocok digunakan di kampus, laboratorium, maupun institusi yang fokus pada pengembangan teknologi robotik.
AGIBOT G2 untuk Mendukung Operasional Layanan
AGIBOT G2 dikembangkan sebagai robot layanan yang dapat membantu aktivitas operasional sehari-hari. Robot humanoid ini dibekali kemampuan navigasi mandiri sehingga dapat bergerak dan bekerja tanpa perlu dikendalikan secara terus-menerus.
Selain itu, sistem sensor yang terintegrasi memungkinkan interaksi yang lebih natural sekaligus meningkatkan aspek keselamatan saat beroperasi di sekitar manusia. Potensi penerapannya meliputi hotel, rumah sakit, kantor, hingga berbagai pusat layanan pelanggan.
AGIBOT C5, Robot Pembersih Otonom untuk Area Luas
Untuk kebutuhan kebersihan, AGIBOT menghadirkan C5 yang dirancang sebagai robot pembersih otonom. Perangkat ini mampu menjalankan tugas menyapu dan mengepel secara otomatis dengan bantuan sistem navigasi pintar.
Robot tersebut ditujukan untuk area komersial dan industri yang memiliki cakupan luas, sehingga dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional. Lingkungan yang sesuai untuk penggunaannya antara lain bandara, pusat perbelanjaan, rumah sakit, serta gedung perkantoran.
Tersedia Opsi Pembelian dan Penyewaan
Selain ditawarkan melalui skema pembelian langsung, seluruh robot AGIBOT juga tersedia dalam model layanan Robotics as a Service (RaaS). Dengan konsep ini, perusahaan atau organisasi dapat menyewa robot sesuai kebutuhan tanpa harus melakukan investasi perangkat secara penuh.
Skema penyewaan dinilai dapat menjadi alternatif bagi penyelenggara acara, institusi pendidikan, maupun perusahaan yang ingin memanfaatkan teknologi robotika dalam jangka waktu tertentu. Hingga saat ini, informasi resmi mengenai harga maupun biaya sewa masing-masing robot belum diumumkan secara rinci.
Kehadiran pasukan robot AGIBOT di Indonesia ini menunjukkan semakin berkembangnya adopsi teknologi robotika di berbagai sektor. Dengan fungsi yang beragam, mulai dari pendidikan hingga layanan komersial, teknologi ini berpotensi mendukung efisiensi kerja sekaligus membuka peluang penerapan otomatisasi yang lebih luas di masa depan.

