OAtekno.com – Harga RAM yang melonjak tinggi membuat Nothing harus mengambil keputusan untuk menunda penerus CMF Phone 3 Prosebagai suksesor CMF Phone 2 Pro. Langkah tersebut membuat penggemar yang menunggu penerus CMF Phone 2 Pro harus bersabar lebih lama. Meski demikian, Nothing memilih untuk menunda peluncuran dibanding menghadirkan produk yang dianggap tidak memberikan peningkatan signifikan.

Harga RAM dan Penyimpanan Jadi Kendala Utama

Menurut keterangan dari salah satu pendiri Nothing, Akis Evangelidis, tim sebenarnya telah mengembangkan penerus CMF Phone 2 Pro. Akan tetapi, lonjakan harga DRAM dan media penyimpanan membuat biaya produksi meningkat cukup tajam.

Kenaikan tersebut dinilai menyulitkan perusahaan untuk menghadirkan peningkatan spesifikasi yang layak tanpa menaikkan harga jual secara signifikan. Padahal, identitas utama lini CMF selama ini adalah menawarkan perangkat dengan harga terjangkau dan nilai yang kompetitif.

Data industri menunjukkan bahwa harga memori mengalami kenaikan lebih dari 90 persen pada awal 2026. Salah satu faktor yang disebut berkontribusi adalah meningkatnya permintaan komponen untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI), termasuk pusat data berskala besar.

CMF Phone 2 Pro Masih Menjadi Andalan

CMF Phone 2 Pro yang diperkenalkan pada 2025 mendapatkan perhatian karena kombinasi spesifikasi dan harga yang relatif menarik di kelas menengah.

Perangkat tersebut hadir dengan chipset MediaTek Dimensity 7300 Pro, layar AMOLED 120Hz, sistem kamera yang memadai untuk kebutuhan sehari-hari, serta daya tahan baterai yang cukup baik. Dengan harga yang kompetitif saat peluncurannya, ponsel ini menjadi salah satu pilihan yang banyak dipertimbangkan pengguna yang mencari keseimbangan antara performa dan biaya.

Karena belum ada penerus resmi yang dirilis tahun ini, CMF Phone 2 Pro berpotensi tetap menjadi produk utama perusahaan untuk periode yang lebih panjang dibanding siklus pembaruan smartphone pada umumnya.

Dampak Kenaikan Biaya Juga Dirasakan Nothing

Tantangan akibat harga memori yang meningkat tidak hanya dialami CMF. Brand induknya, Nothing, juga menghadapi kondisi serupa.

CEO Nothing, Carl Pei, sebelumnya mengungkapkan bahwa biaya komponen memori mengalami kenaikan yang cukup besar dan turut memengaruhi perencanaan produk baru. Situasi ini membuat sejumlah produsen smartphone mempertimbangkan ulang strategi peluncuran perangkat, terutama pada segmen entry-level dan menengah yang sangat sensitif terhadap harga.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, banyak merek berusaha menjaga harga tetap terjangkau tanpa mengorbankan terlalu banyak fitur atau performa.

Masih Ada Peluang Produk Baru dari Nothing

Meski tidak menghadirkan smartphone CMF baru pada 2026, perusahaan memastikan aktivitas pengembangan produk tetap berjalan. CMF disebut sedang menyiapkan sejumlah perangkat baru, termasuk kategori produk yang berbeda dari smartphone.

Selain itu, beberapa informasi dari kalangan pengamat industri menyebut bahwa proyek yang sempat ditunda tersebut berpotensi muncul kembali dalam bentuk perangkat lain di bawah ekosistem Nothing. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai nama maupun jadwal peluncurannya.

Dengan kondisi pasar komponen yang masih berfluktuasi, strategi menunda peluncuran dapat menjadi langkah untuk menjaga keseimbangan antara harga dan spesifikasi yang diterima konsumen.

Menurut kami di OAtekno, keputusan CMF untuk menunda smartphone baru pada 2026 sudah tepat karena CMF memang seharusnya adalah “versi terjangkau” dari Nothing, dan memaksa produk baru saat harga komponen sedang tidak stabil akan merusak keseimbangan antara Nothing dan CMF.