OAtekno.com – Ransomware merupakan jenis malware yang menyerang perangkat dengan cara mengenkripsi file. Akibatnya, data pada komputer atau laptop yang terinfeksi tidak dapat diakses. Untuk mengembalikan data tersebut, pengguna harus membayar sejumlah uang kepada penyerang untuk mendapatkan kode enkripsi. Bagaimana cara mencegah ransomware? Simak artikel ini!
Jenis-Jenis Ransomware
Ransomware memiliki dua jenis, apa saja jenis-jenisnya?
1. Locker
Ransomware tidak melakukan enkripsi pada data korban, tetapi memblokir akses ke perangkat. Ini berarti pengguna tidak dapat mengakses perangkat seperti biasanya. Bahaya lainnya adalah ketika ransomware juga menyasar perangkat keras seperti mouse atau keyboard korban. Meskipun demikian, dampaknya pada tingkat keseluruhan masih relatif rendah.
Untuk itu, cara mengatasi ransomware tidak terlalu rumit dengan menghapus skrip yang terinfeksi. Ini berarti pengguna harus membayar tebusan kepada pembuat ransomware, tetapi jumlahnya tidak terlalu besar. Namun, secara keseluruhan, korban tetap mengalami kerugian akibat ransomware ini. Mereka kehilangan data, menghabiskan waktu dan sumber daya untuk proses penebusan. Oleh karena itu, sangat penting untuk berhati-hati dan waspada terhadap ancaman ini.
2. Encrypting
Ini adalah jenis virus yang menginfeksi data dengan cara melakukan enkripsi. Virus ini akan menghubungkan kunci enkripsi ke Server Kontrol dan Perintah. Kunci tersebut digunakan untuk mengacak semua file yang ada di perangkat. Setelah berhasil, virus biasanya akan berhenti dan menghapus dirinya sendiri, sehingga semua data akan hilang. Bayangkan betapa merugikannya bagi korban ketika data penting yang sangat dibutuhkan tidak dapat ditemukan.
Untuk mendapatkan kembali data, korban harus membayar biaya tebusan kepada pembuat virus menggunakan Bitcoin. Biasanya, pemberitahuan untuk pembayaran tebusan langsung muncul setelah file korban terinfeksi oleh virus. Korban harus mengikuti instruksi yang pelaku berikan. Peretas atau pembuat virus akan berkomunikasi dengan korban melalui layanan TOR yang tersembunyi. Jika dalam waktu sebulan tidak ada pembayaran tebusan, maka file akan hilang secara permanen.
Baca juga: Perbedaan Mixed Reality, Augmented Reality Dan Virtual Reality serta Penerapannya
Cara Mencegah Ransomware
Mencegah serangan virus menjadi sangat penting dalam era digital ini. Tindakan mitigasi untuk mencegah dampak serangan ransomware, terutama pada perusahaan, ini sangat perlu untuk menjaga keamanan data yang mereka miliki. Tanpa upaya pencegahan, pembuat virus dapat dengan mudah meretas perangkat. Oleh karena itu, berikut adalah langkah-langkah yang dapat kalian terapkan untuk mencegah ransomware:
-
Selalu update sistem operasi dan perangkat lunak
Pastikan sistem operasi dan perangkat lunak yang kalian gunakan selalu ter-update dengan versi terbaru. Pembaruan ini seringkali mengandung perbaikan keamanan yang penting untuk melawan ancaman virus.
-
Gunakan solusi keamanan yang andal
Instal dan perbarui perangkat lunak keamanan yang handal, seperti antivirus, firewall, dan perangkat lunak anti-malware. Pastikan solusi keamanan ini selalu aktif dan melakukan pemindaian secara rutin.
-
Lakukan back-up data secara teratur
Simpan salinan data penting secara teratur di lokasi terpisah. Dengan melakukan back-up data, Anda dapat mengembalikan data yang hilang akibat serangan ransomware tanpa harus membayar tebusan.
-
Berhati-hati terhadap email dan tautan yang mencurigakan
Jangan membuka lampiran email atau mengklik tautan yang mencurigakan, terutama jika email tersebut berasal dari sumber yang tak kalian kenal atau tidak terpercaya. Serangan ransomware sering kali bermula lewat email phishing.
-
Sosialisasikan kebijakan keamanan kepada karyawan
Berikan pelatihan dan sosialisasi kepada karyawan tentang praktik keamanan yang baik, termasuk dalam hal mendeteksi email phishing, menghindari mengunduh file yang mencurigakan, dan melaporkan aktivitas yang mencurigakan.
-
Terapkan kebijakan penggunaan password yang kuat
Dorong penggunaan password yang kuat dan unik untuk setiap akun. Gunakan autentikasi dua faktor jika memungkinkan untuk menambah lapisan keamanan.
-
Perbarui perangkat keras secara teratur
Pastikan perangkat keras seperti router, switch, dan perangkat jaringan lainnya telah ter-update dengan firmware terbaru yang mengatasi kerentanan keamanan.
-
Monitoring dan deteksi ancaman
Gunakan alat pemantauan dan deteksi ancaman untuk mengidentifikasi aktivitas yang mencurigakan atau serangan yang sedang berlangsung. Hal ini dapat membantu untuk mengambil tindakan secepat mungkin.
Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, perusahaan dapat meningkatkan keamanan data mereka dan mengurangi risiko serangan ransomware.






