OAtekno.com – Samsung akan menutup akses ke Galaxy Store secara global untuk sementara waktu pada 16 Juni 2025. Penutupan ini dilakukan demi pemeliharaan sistem dan pembaruan software yang rutin dilakukan oleh perusahaan.
Penutupan Galaxy Store Berdampak Global
Samsung menyampaikan bahwa selama periode pemeliharaan, seluruh layanan Galaxy Store tidak akan dapat diakses oleh pengguna. Artinya, pengguna tidak bisa membuka toko aplikasi tersebut, mengunduh aplikasi baru, maupun melakukan pembaruan (update) terhadap aplikasi yang sudah terpasang.
Menurut jadwal resmi, Galaxy Store akan offline pada pukul 01.00 hingga 04.00 pagi GMT. Jika dikonversikan ke waktu Indonesia Barat, penutupan berlangsung mulai pukul 09.00 pagi hingga 12.00 siang WIB pada tanggal 16 Juni 2025.
Baca juga: Cara Hapus dan Keluarkan Akun Samsung dari Smartphone
Durasi penutupan diperkirakan berlangsung selama tiga jam. Namun, Samsung juga menegaskan bahwa waktu pemulihan bisa bervariasi tergantung hasil pemeliharaan. Ada kemungkinan proses ini berlangsung lebih lama jika diperlukan penyesuaian tambahan.
Platform Galaxy Store Web Juga Akan Offline
Tidak hanya aplikasi Galaxy Store di perangkat seperti smartphone, tablet, dan smartwatch Samsung, versi web dari Galaxy Store juga akan ikut tidak aktif selama masa pemeliharaan. Seluruh akses ke layanan ini akan dihentikan sementara.
Samsung tidak menjelaskan apakah dampak ini hanya berlaku di wilayah tertentu atau akan dirasakan secara serentak oleh seluruh pengguna global. Namun, berdasarkan pernyataan yang beredar, layanan Galaxy Store kemungkinan besar akan tidak tersedia di semua negara.
Persiapan untuk Pengguna Samsung di Indonesia
Bagi pengguna perangkat Samsung yang bergantung pada Galaxy Store untuk mengelola aplikasi, disarankan agar mengunduh atau memperbarui aplikasi sebelum tanggal 16 Juni 2025. Hal ini penting untuk menghindari gangguan penggunaan aplikasi atau fitur tertentu selama layanan tidak tersedia.
Pembaruan sistem semacam ini merupakan hal yang umum dilakukan oleh perusahaan teknologi demi menjaga keamanan dan performa layanan. Meski penutupan hanya bersifat sementara, dampaknya bisa terasa jika pengguna tidak melakukan antisipasi lebih awal.




