OAtekno.com – CapCut melakukan pembaruan penting pada Terms of Service (ToS) per tanggal 12 Juni 2025, yang kini memberikan hak penggunaan konten pengguna secara lebih luas kepada CapCut dan afiliasinya. Meskipun tidak ada perubahan terkait kepemilikan konten oleh pengguna, update ini menambah cakupan lisensi yang dapat berdampak signifikan bagi kreator dan merek.
Apa Isi Pembaruan Resmi dari CapCut?
Menurut pengumuman resmi di situs CapCut, pembaruan ToS ini mencakup:
- Penegasan penggunaan layanan pihak ketiga yang terintegrasi dengan CapCut.
- Penambahan informasi mengenai “Company Content”, yakni konten yang dibuat CapCut untuk pengguna.
- Penyesuaian ketentuan untuk supplemental terms sesuai regulasi terbaru di Australia dan Jepang.
Pembaruan ini tidak mengubah ketentuan User-generated Content—CapCut menegaskan tidak pernah mengklaim kepemilikan atau akses diluar kesepakatan yang berlaku.
Pandangan Media dan Dampaknya untuk Kreator
Meski secara resmi diklaim perubahan hanya bersifat minor, sejumlah media menyoroti bahwa redaksi baru ToS memberi CapCut hak lisensi yang sangat luas atas konten pengguna. Hal ini termasuk:
- Lisensi global, royalty-free, abadi (perpetual), tak dapat dibatalkan (irrevocable), dan bisa di-sub-license ke pihak lain.
Baca juga: ByteDance, Perusahaan Induk TikTok Kena Gugat Karena Aplikasi CapCut
- Seluruh konten—termasuk video, suara, visual, wajah, atau tulisannya—dapat digunakan, diadaptasi, diperbanyak, atau dimonetisasi tanpa izin atau kompensasi.
- Hak ini tetap berlaku bahkan jika konten dihapus atau akun pengguna ditutup.
Pengguna di komunitas seperti Reddit menyuarakan kekhawatiran, menyebut update ini sebagai praktik yang “menggerogoti hak kreativitas pengguna”. Media seperti TechRadar dan Journalism.co.uk menyebut tindakan ini menimbulkan red flags besar, terutama bagi kreator profesional dan newsroom.
Dampak di Ranah Lokal
Bagi kreator konten di Indonesia—terutama yang menggunakan CapCut untuk kerja profesional, konten berbayar, atau materi brand—beberapa poin berikut penting diperhatikan:
- Konten privat atau draf: Masih bisa digunakan CapCut untuk tujuan komersial atau pelatihan AI tanpa sepengetahuan Anda.
- Perjanjian eksklusif: Dalam kasus pekerjaan klien, penggunaan CapCut kini berpotensi melanggar kesepakatan nondisclosure atau hak kepemilikan karya.
- Risiko merk dan hak pribadi: Wajah, suara, atau nama pengguna berpotensi digunakan tanpa konsen atau kompensasi.
- Ketidaksesuaian regulasi lokal: Indonesia belum memiliki perlindungan hukum mirip GDPR; oleh karena itu risiko hak konten lebih tinggi apabila disalahgunakan.
Bagi kreator yang peduli terhadap kontrol atas karya dan citra, pertimbangkan untuk menggunakan editor alternatif dengan kebijakan yang lebih ramah dan transparan.




